Ribuan Warga Penuhi Alun-alun Blitar
Berdasarkan pantauan di lokasi, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Warga tidak hanya memenuhi area Alun-alun Kota Blitar, tetapi juga sepanjang Jalan Merdeka hingga Jalan Ahmad Yani. Kehadiran masyarakat yang begitu besar menunjukkan kecintaan warga Blitar terhadap pelestarian budaya tradisional sekaligus rasa bangga menyaksikan keragaman budaya nusantara tampil di kotanya.
BEN Carnival 2025 dibuka dengan penabuhan gendang jimbe khas Blitar oleh jajaran pejabat Pemkot Blitar bersama tamu undangan dari Kementerian Pariwisata. Setelah itu, peserta mulai menampilkan atraksi sesuai nomor undian yang sudah ditentukan panitia.
41 Penampilan Budaya Nusantara
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar, Eddy Wasono, menjelaskan bahwa BEN Carnival tahun ini menghadirkan total 41 penampilan. Mulai dari tradisi Neurajah Rimeung asal Aceh yang dibawakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, tarian Rentak Bulian dari Riau, tari kipas dari Lampung, hingga berbagai kesenian tradisional dari daerah lain di Indonesia.
“Ada sekitar 41 peserta yang terlibat dalam BEN Carnival 2025. Mereka menampilkan tradisi dan kebudayaan daerah sesuai undian yang diperoleh,” kata Eddy Wasono kepada wartawan.
Perbedaan dengan Tahun Sebelumnya
Eddy juga menyampaikan bahwa ada sejumlah perubahan pada penyelenggaraan tahun ini dibanding tahun sebelumnya. Salah satunya adalah rute karnaval. Jika biasanya dimulai dari Jalan Ahmad Yani depan Kantor DPRD menuju Alun-alun Kota Blitar, maka kali ini rute dibalik: start dari Alun-alun menuju Kantor DPRD.
Selain itu, konsep penampilan lebih menonjolkan keanekaragaman budaya nusantara sehingga setiap peserta dituntut menampilkan kreativitas sekaligus edukasi bagi penonton.
BEN Carnival Dorong Promosi Wisata dan Ekonomi
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menyebutkan bahwa BEN Carnival bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga strategi promosi pariwisata Kota Blitar. Kehadiran ribuan penonton dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima di sekitar lokasi acara.
“Kegiatan ini kita harapkan bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat. UMKM hingga pedagang kaki lima di sekitar lokasi juga ikut merasakan dampaknya,” ujar Syauqul Muhibbin.
Dengan konsep budaya dan ekonomi kreatif yang terintegrasi, BEN Carnival berpotensi menjadi agenda wisata unggulan Blitar sekaligus destinasi tahunan bagi wisatawan dari luar daerah.
Kaesang Pangarep Ikut Hadiri BEN Carnival
Suasana acara semakin meriah dengan kehadiran Kaesang Pangarep. Putra bungsu Presiden Joko Widodo ini terlihat hadir di tengah acara setelah sebelumnya melakukan ziarah tertutup ke Makam Bung Karno. Kaesang kemudian melanjutkan agenda ziarah ke Makam Bung Hatta usai menyempatkan diri menonton karnaval budaya di Alun-alun Kota Blitar.
“Iya mampir, ikut nonton (BEN Carnival) diajak Mas Wali. Ini setelah ziarah ke Makam Bung Karno, nanti dilanjutkan ke Makam Bung Hatta,” ungkap Kaesang singkat.
Kesimpulan
BEN Carnival 2025 kembali menjadi bukti nyata bahwa Blitar memiliki potensi besar dalam melestarikan budaya nusantara sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Dengan menampilkan 41 budaya tradisional dari berbagai daerah, masyarakat tidak hanya disuguhi hiburan, tetapi juga edukasi tentang kekayaan tradisi Indonesia.
Antusiasme warga yang tinggi, dukungan pemerintah, serta hadirnya tokoh publik seperti Kaesang Pangarep semakin menegaskan posisi BEN Carnival sebagai salah satu agenda budaya penting di Indonesia. Dengan konsep yang terus berkembang, Blitar Ethnic National Carnival diyakini akan semakin mendunia di tahun-tahun mendatang
Sumber: Detik.com