COVID-19 di Taiwan Kembali Naik, Varian NB.1.8.1 Mendominasi – Jagad Swara

COVID-19 di Taiwan Kembali Naik, Varian NB.1.8.1 Mendominasi

Kasus COVID-19 di Taiwan Melonjak, Varian NB.1.8.1 Jadi yang Paling Dominan

Kasus COVID-19 di Taiwan kembali mengalami peningkatan signifikan. Dalam sepekan terakhir, otoritas kesehatan mencatat 4.766 kasus baru, lima kematian, dan 25 pasien dengan gejala berat. Angka tersebut meningkat sekitar 66,5 persen dibandingkan pekan sebelumnya sehingga Taiwan kini memasuki fase epidemi baru.

Varian NB.1.8.1 Mendominasi

Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan menyebut subvarian SARS-CoV-2 NB.1.8.1 menjadi varian yang paling banyak ditemukan selama empat pekan terakhir. Secara global, varian ini juga menjadi penyumbang terbesar kasus COVID-19 baru, disusul oleh XFG dan JN.1. Seluruhnya merupakan turunan dari varian Omicron.

Gejala yang Paling Sering Muncul

Menurut CDC Taiwan, gejala infeksi akibat subvarian Omicron yang beredar saat ini umumnya meliputi sakit tenggorokan, batuk, hidung tersumbat atau pilek, demam, kelelahan, sakit kepala, serta nyeri otot. Gangguan penciuman dan pengecapan masih dapat terjadi, tetapi jauh lebih jarang dibandingkan pada gelombang COVID-19 sebelumnya.

Vaksin Masih Efektif

Otoritas kesehatan Taiwan menegaskan vaksin COVID-19 berbasis XBB yang saat ini digunakan masih mampu memberikan perlindungan terhadap subvarian yang beredar. Vaksin tersebut dilaporkan dapat menurunkan risiko gejala berat yang memerlukan kunjungan ke unit gawat darurat hingga hampir 50 persen serta mengurangi risiko rawat inap sekitar 55 persen.

Kelompok Rentan Diminta Segera Vaksinasi

CDC Taiwan mengimbau masyarakat, terutama lansia berusia di atas 65 tahun dan individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah, untuk segera mendapatkan vaksin COVID-19 terbaru apabila belum melakukannya. Pemerintah juga berencana menghadirkan vaksin yang menargetkan varian KP.2 pada Oktober mendatang guna memperkuat perlindungan terhadap subvarian baru.

Kesimpulan

Lonjakan kasus COVID-19 di Taiwan menunjukkan bahwa virus masih terus berevolusi dengan subvarian NB.1.8.1 sebagai varian yang paling dominan saat ini. Meski demikian, vaksinasi, menjaga kebersihan, dan kewaspadaan terhadap gejala tetap menjadi langkah utama untuk menekan risiko infeksi dan mencegah penyakit berkembang menjadi lebih berat.

Tags :

Search

Popular Posts

Categories