
Hotel Bintang Lima Ikut Jadi Korban
Mengutip Channel News Asia, Jumat (12/9/2025), para pengunjuk rasa menyerang dan merusak beberapa hotel bintang lima. Daftarnya mencakup Kathmandu Hilton, Hyatt Regency, dan Varnabas Museum Hotel. Ketiganya dikenal sebagai ikon perhotelan di ibu kota Nepal.
Hyatt Regency, yang terletak dekat Stupa Boudhanath, tidak luput dari serangan. Manajer hotel, Bhushan Rane, menyebut bangunan mengalami kerusakan, meski tamu dan staf berhasil selamat. Sementara itu, Hilton Kathmandu, hotel tertinggi di kota yang baru dibuka Juli 2024, terbakar hebat hingga menyisakan reruntuhan hangus.
Hilton Kathmandu Kehilangan Kemewahan
Hotel Hilton dibangun oleh Shanker Group dengan investasi sebesar NPR8 miliar atau sekitar Rp931 triliun. Proyek ini memakan waktu tujuh tahun dan dirancang sebagai salah satu properti termewah Nepal. Lokasinya strategis, hanya empat kilometer dari Bandara Internasional Tribhuvan.
Properti bintang lima ini memiliki 172 kamar dengan berbagai tipe suite dan deluxe. Lokasinya dekat pusat wisata terkenal seperti Durbar Square, Kuil Pashupatinath, Swayambhunath, dan pusat kota Kathmandu. Sayangnya, semua fasilitas itu kini tinggal kenangan setelah api melahap bangunan megah tersebut.

Akar Protes Gen Z Nepal
Gelombang demonstrasi di Nepal dikenal sebagai protes Gen Z karena mayoritas pesertanya anak muda berusia belasan hingga awal 20-an. Kemarahan publik meledak setelah pemerintah memblokir 26 media sosial populer, termasuk Instagram, WhatsApp, dan YouTube.
Alasan pemblokiran karena unggahan yang menampilkan anak-anak pejabat hidup mewah dengan pakaian desainer dan liburan mahal. Kontrasnya, ribuan pemuda Nepal harus merantau ke luar negeri seperti Malaysia, Timur Tengah, atau Korea Selatan demi mencari nafkah.
Balaram KC, pensiunan hakim Mahkamah Agung, menilai protes ini lahir dari frustrasi rakyat. “Kalian seharusnya menjalankan negara dengan jujur, tetapi kalian hanya mengurus diri sendiri dan keluarga kalian,” ujarnya mengkritik elite politik.

Kerusuhan Politik dan Korban Jiwa
Kemewahan Hilton Kathmandu yang terbakar menjadi simbol runtuhnya kepercayaan publik pada elite Nepal. Situasi makin genting setelah bentrokan menewaskan 19 pengunjuk rasa pada 9 September 2025. Angka korban terus bertambah hingga mencapai 34 jiwa, sementara lebih dari 1.300 orang luka-luka menurut Kementerian Kesehatan Nepal.
Tekanan publik memaksa Perdana Menteri KP Sharma Oli mundur dari jabatannya. Rumah-rumah politisi, termasuk kediaman Oli, juga diserang massa. Namun, para pemimpin gerakan Gen Z mengklaim serangan pembakaran bukan bagian dari aksi resmi mereka. Mereka menyalahkan penyusup yang memperkeruh keadaan.
Dampak Terhadap Pariwisata Nepal
Industri pariwisata, salah satu sumber pendapatan utama Nepal, kini terguncang. Hotel-hotel internasional yang biasanya ramai wisatawan asing terpaksa menutup operasional. Evakuasi tamu hotel berlangsung cepat untuk menghindari jatuhnya korban tambahan.
Hilangnya Hilton Kathmandu bukan sekadar kerugian bisnis, melainkan juga simbol hilangnya harapan Nepal dalam membangun citra internasional. Padahal, hotel ini digadang-gadang menjadi ikon baru pariwisata modern Nepal sejak pertama kali beroperasi pada Juli 2024.

Kesimpulan
Kerusuhan di Nepal memperlihatkan betapa dalamnya jurang antara elite dan rakyat. Hotel-hotel mewah, termasuk Hilton Kathmandu, berubah dari simbol kemakmuran menjadi saksi amarah rakyat. Protes Gen Z menandai babak baru perlawanan generasi muda Nepal terhadap ketimpangan sosial, sekaligus memberi dampak besar bagi masa depan pariwisata negara Himalaya tersebut.
Sumber: CNA, Hindustan Times, New Business Age