Ledakan Keras di Prambanan Ternyata Berasal dari Kembang Api Prewedding Sespri Prabowo
Suara ledakan keras yang sempat membuat warga di sekitar kawasan Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, panik akhirnya terungkap. Setelah sempat viral di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi, dentuman tersebut dipastikan berasal dari pertunjukan kembang api yang menjadi bagian dari proses pengambilan foto dan video prewedding Sekretaris Pribadi (Sespri) Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah.
Peristiwa yang terjadi pada malam hari itu sempat membuat banyak warga keluar rumah karena mengira telah terjadi ledakan besar. Bahkan beberapa warga mengaku kaca rumah mereka ikut bergetar akibat kerasnya suara dentuman yang terdengar hingga wilayah Kalasan, Sleman.
Warga Sempat Mengira Terjadi Ledakan Besar
Video yang memperlihatkan langit berwarna merah disertai suara dentuman keras dengan cepat menyebar di media sosial. Banyak warga mengaku terkejut karena suara ledakan terdengar jauh lebih keras dibanding pertunjukan kembang api pada umumnya.
Beberapa warga bahkan sempat mengira telah terjadi ledakan bom atau insiden lain karena suara yang terdengar berulang kali dalam waktu singkat. Setelah keluar rumah, mereka baru mengetahui bahwa sumber suara berasal dari pertunjukan kembang api.
Ternyata Bagian dari Acara Prewedding
Kepala Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Raksono, menjelaskan bahwa kembang api tersebut merupakan bagian dari proses pengambilan foto dan video prewedding Rizky Irmansyah yang merupakan Sekretaris Pribadi Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, kegiatan berlangsung pada 24 dan 26 Juni 2026. Lokasi penyalaan kembang api berada di lahan kosong dekat kawasan Mandala Wisata, di luar area operasional Candi Prambanan.
Lokasi Penyalaan Berada di Luar Area Candi
Pihak pengelola Taman Wisata Candi Prambanan menegaskan bahwa penyalaan kembang api tidak dilakukan di dalam kawasan cagar budaya. Di dalam kompleks candi hanya dilakukan proses pengambilan foto dan video, sedangkan pertunjukan kembang api berlangsung di luar kawasan wisata.
Hal ini dilakukan untuk menjaga kelestarian situs budaya sekaligus memastikan kegiatan tetap sesuai dengan aturan yang berlaku.
Acara Disebut Telah Mengantongi Izin
Pihak terkait menjelaskan bahwa kegiatan tersebut telah melalui koordinasi dengan pemerintah desa, aparat keamanan, dan pihak-pihak yang berwenang. Seluruh proses perizinan, termasuk penyelenggaraan acara dan penggunaan lokasi, disebut telah dipenuhi sebelum kegiatan berlangsung.
Kapolsek Prambanan juga memastikan kegiatan berlangsung dalam pengawasan aparat sehingga tetap mengikuti prosedur keamanan yang berlaku.
Warga Tetap Berharap Ada Sosialisasi yang Lebih Baik
Meskipun kegiatan telah memiliki izin, sejumlah warga berharap informasi mengenai jadwal penyalaan kembang api dapat disampaikan lebih luas. Menurut mereka, suara dentuman yang sangat keras membuat sebagian warga, terutama anak-anak dan lansia, merasa kaget.
Beberapa warga mengaku sudah menerima informasi bahwa akan ada pertunjukan kembang api, namun tidak mengetahui waktu pasti pelaksanaannya sehingga tetap terkejut ketika ledakan terdengar pada malam hari.
Tidak Ada Laporan Kerusakan
Meski suara ledakan terdengar sangat keras hingga menggetarkan kaca rumah, pemerintah desa menyatakan tidak menerima laporan adanya kerusakan bangunan maupun korban akibat kejadian tersebut.
Setelah dipastikan hanya berasal dari pertunjukan kembang api, situasi di sekitar kawasan Prambanan kembali normal dan aktivitas masyarakat berlangsung seperti biasa.
Kesimpulan
Suara ledakan keras yang sempat menghebohkan warga di sekitar Candi Prambanan ternyata berasal dari pertunjukan kembang api dalam rangka pengambilan foto dan video prewedding Sekretaris Pribadi Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah. Kegiatan tersebut dilakukan di luar kawasan Candi Prambanan dan telah memperoleh izin dari pihak terkait.
Meski tidak menimbulkan kerusakan, peristiwa ini menjadi perhatian publik karena kerasnya suara dentuman yang sempat memicu kepanikan warga. Ke depan, sosialisasi yang lebih luas kepada masyarakat diharapkan dapat meminimalkan kesalahpahaman terhadap kegiatan serupa.