Prabowo: BUMN Selama Ini Jadi Sumber Korupsi, Pemerintah Akan Tertibkan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan melakukan pembenahan besar-besaran terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, selama bertahun-tahun sejumlah BUMN menjadi salah satu sumber praktik korupsi dan inefisiensi yang merugikan negara sehingga perlu ditertibkan secara menyeluruh.
Fokus Berantas Korupsi di BUMN
Prabowo mengatakan reformasi BUMN menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola perusahaan negara. Ia menegaskan praktik korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan pemborosan anggaran tidak boleh lagi terjadi di lingkungan BUMN.
Ratusan BUMN Dinilai Tidak Efisien
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengungkapkan pemerintah telah menutup ratusan BUMN yang dinilai terus merugi dan tidak efisien. Langkah ini disebut mampu menghemat anggaran negara hingga puluhan triliun rupiah dan akan terus berlanjut hingga akhir 2026 sebagai bagian dari program restrukturisasi perusahaan pelat merah.
Pembenahan Lewat Danantara
Pemerintah juga menugaskan BPI Danantara untuk memperkuat pengelolaan aset negara dan meningkatkan profesionalisme BUMN. Melalui pembenahan tersebut, pemerintah berharap perusahaan negara dapat lebih produktif, transparan, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Komitmen Tegakkan Hukum
Prabowo menegaskan reformasi BUMN sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Ia memastikan setiap praktik korupsi akan diproses sesuai ketentuan hukum demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan meningkatkan kepercayaan investor.
Kesimpulan
Pernyataan Presiden Prabowo mengenai BUMN sebagai salah satu sumber korupsi menjadi penegasan bahwa pemerintah akan melanjutkan reformasi perusahaan pelat merah. Langkah tersebut mencakup penertiban BUMN yang tidak efisien, penguatan tata kelola melalui Danantara, serta penegakan hukum terhadap praktik korupsi guna menciptakan BUMN yang lebih sehat dan profesional.