Pemprov Jateng: 877 Dapur SPPG Sudah Beroperasi untuk Program Makan Bergizi Gratis – Jagad Swara
Pemprov Jateng: 877 Dapur SPPG Sudah Beroperasi untuk Program Makan Bergizi Gratis

Pemprov Jateng: 877 Dapur SPPG Sudah Beroperasi untuk Program Makan Bergizi Gratis

Semarang — Per 24 Agustus 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat 877 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan capaian tersebut pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pembangunan SPPG se-Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang. Angka 877 unit itu masih sekitar 27% dari target 3.228 dapur SPPG yang direncanakan.

“Per 24 Agustus 2025 yang sudah operasional di Jawa Tengah itu 877 SPPG dari target 3.228 unit.” — Sumarno

Rincian pengelolaan SPPG

Pengelolaan 877 dapur SPPG melibatkan lintas sektor. Rinciannya:

  • TNI: 22 unit
  • Pondok pesantren: 5 unit
  • Polri: 2 unit
  • Mitra swasta & masyarakat: 848 unit

Skema kolaborasi ini diharapkan mempercepat realisasi target pembangunan dapur gizi di seluruh kabupaten/kota.

Cakupan penerima MBG

Program MBG menargetkan 9,6 juta penerima. Sampai laporan terakhir jumlah penerima manfaat sudah mencapai 2,7 juta orang (28,14%). Rincian penerima saat ini:

Siswa: 2,48 juta
Ibu hamil: 32.466 orang
Ibu menyusui: 35.965 orang
Balita: 52.217 anak

Menurut Sumarno, sebagian besar cakupan saat ini adalah siswa; kelompok rentan lain terus diupayakan cakupannya ditingkatkan.

Lokasi dan survei pendirian SPPG

Pemprov Jateng berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengidentifikasi aset lahan yang dapat difungsikan sebagai dapur SPPG. Sampai sekarang ada 134 titik usulan.

Badan Gizi Nasional (BGN) telah melakukan survei pada 34 titik di 12 kabupaten; hasilnya menunjukkan 24 titik layak dan 10 titik tidak layak untuk dijadikan dapur gizi. Pendirian SPPG akan diprioritaskan pada daerah dengan akses dan infrastruktur terbatas agar yang paling membutuhkan mendapat layanan terlebih dahulu.

“Karena mereka yang secara kriteria lebih membutuhkan harus lebih dulu mendapatkan akses gizi yang memadai.” — Sumarno

Dampak sosial-ekonomi dan komitmen pemerintah

Selain memenuhi kebutuhan gizi, pembangunan dapur SPPG diharapkan mendorong pergerakan ekonomi lokal—mulai dari permintaan bahan baku hingga penyerapan tenaga kerja setempat. Pemprov menekankan perlunya sinergi lintas sektor (pusat, provinsi, kabupaten/kota) untuk percepatan pembangunan SPPG.

Program MBG sendiri merupakan bagian dari prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan menekan prevalensi stunting dan masalah gizi lainnya.

Harapan ke depan

Keberadaan 877 dapur SPPG saat ini menjadi fondasi dalam upaya kemandirian gizi di Jawa Tengah. Dengan akselerasi pembangunan dan kerja sama berkelanjutan, diharapkan target 3.228 dapur cepat terealisasi dan cakupan penerima manfaat semakin luas.

Sumarno menegaskan, “Dengan gizi yang baik, anak-anak kita bisa tumbuh sehat, cerdas, dan produktif. Ini adalah fondasi pembangunan manusia yang berkualitas.”

Tags :

Search

Popular Posts

Categories