Kronologi Awal Kejadian
Kejadian bermula ketika Sutarmin tiba-tiba membacok seekor kambing milik tetangganya tanpa alasan jelas. Aksi tersebut membuat warga resah dan segera dilaporkan ke perangkat desa. Ketua RT 24, Sutaji (45), bersama Kepala Desa Wonokerto dan beberapa perangkat kemudian mendatangi rumah pelaku untuk menengahi persoalan.
Namun, niat baik tersebut justru berujung petaka. Saat rombongan mendekati rumah, pelaku keluar dengan membawa senjata tajam. Ia mengamuk dan mencoba menyerang kepala desa serta ketua RT. “Kibasan sabit sempat mengenai tubuh Pak Kades, tapi beruntung tidak menimbulkan luka,” ujar Sutaji.

Mobil Dibakar, Warga Panik
Setelah gagal menyerang, pelaku melampiaskan kemarahannya dengan merusak kendaraan milik kepala desa dan ketua RT. Mobil sang kades bahkan dibakar dari bagian dalam hingga api membesar dan membuat warga panik. Tidak hanya mobil, sepeda motor milik ketua RT juga dirusak hingga tidak bisa digunakan lagi.
“Kami akhirnya lari menyelamatkan diri. Tidak ada yang berani melawan karena pelaku membawa senjata tajam,” tambah Sutaji. Aksi pembakaran tersebut sontak menghebohkan warga sekitar yang berbondong-bondong datang ke lokasi.
Pencarian Pelaku di Hutan
Usai melakukan aksinya, Sutarmin langsung kabur ke dalam hutan. Tim gabungan kepolisian bersama warga melakukan penyisiran sejak pagi hingga malam, namun pelaku belum berhasil ditemukan. Proses pencarian masih terus dilakukan, dengan fokus di area perbukitan dan hutan yang menjadi jalur pelarian.
“Tadi kami mencari beramai-ramai, tapi belum ketemu,” ungkap Sutaji. Meski demikian, aparat kepolisian memastikan akan terus memburu pelaku hingga berhasil ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dugaan Gangguan Kejiwaan
Dari informasi yang dihimpun, Sutarmin diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Ia diketahui pernah menjalani perawatan di poli jiwa RSUD dr. Soedomo, Trenggalek. Riwayat gangguan mental ini semakin menguatkan dugaan bahwa tindakannya dipicu kondisi kejiwaan yang tidak stabil.
Kendati demikian, pihak kepolisian tetap akan melakukan proses hukum sesuai prosedur, sambil memastikan kondisi mental pelaku. Aparat juga berkoordinasi dengan pihak medis untuk menindaklanjuti kasus ini secara bijak.
Warga Diminta Waspada
Peristiwa ini membuat warga sekitar cemas dan meningkatkan kewaspadaan. Sejumlah warga berharap polisi segera menangkap pelaku agar situasi kembali aman. Sementara itu, kendaraan yang terbakar sudah diamankan, dan kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Kepolisian Trenggalek mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Upaya pencarian pelaku dipastikan akan terus dilakukan hingga ada titik terang.
Kisah ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan lingkungan sekaligus perhatian lebih terhadap kesehatan mental masyarakat.
Sumber: Detik.com