Isak tangis pecah saat kantong jenazah dibawa ke daratan. Keluarga dan kerabat memastikan identitas kedua korban. Berdasarkan keterangan petugas, korban pertama adalah Kiswanto (33), warga Gebanganom Kecil, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Semarang Timur, yang ditemukan di dekat rumpon Tambaklorok. Korban kedua bernama Pujo Margono (56), warga Patiunur, Kelurahan Pandeanlamper, Kecamatan Gayamsari, yang ditemukan nelayan di pesisir utara Morodemak, Kabupaten Demak.
Sementara itu, satu pemancing lainnya, Sumono (53), warga Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus memperluas area penyisiran mengingat potensi arus menyeret korban ke arah timur maupun barat garis pantai.
Kendala Teknis pada Hari Kedua Pencarian
Kepala Basarnas Kota Semarang, Budiono, menjelaskan bahwa upaya pencarian memasuki hari kedua pada Rabu (20/8/2025) dengan tantangan berat di bawah permukaan air. Tim penyelam menghadapi visibilitas hanya sekitar 15 sentimeter, arus cukup kencang, dan kedalaman mencapai 11 meter. Kondisi tersebut memaksa penyelam memperlambat gerak dan meningkatkan kehati-hatian demi keselamatan.
“Visibility di dalam air hanya 15 sentimeter, arus cukup kencang, dan kedalaman mencapai 11 meter. Itu yang membuat pencarian di bawah permukaan laut sangat sulit,” kata Budiono.
Di permukaan, gelombang relatif landai sekitar 0,5 meter, namun kekeruhan air tetap menjadi faktor penghambat utama. Arus laut berpotensi menyeret korban ke berbagai arah sehingga tim harus membagi personel untuk melakukan penyisiran dari kolam Pelabuhan Tanjung Emas hingga pantai sekitar Sayung, Demak.
Kekuatan dan Aset yang Dikerahkan
Dalam operasi ini, Basarnas mengerahkan satu RHIB dan satu perahu karet. Polair menurunkan tiga kapal patroli, sedangkan BPBD menambah satu perahu karet untuk menyisir tepian. Total 19 personel terlibat, berkoordinasi dengan nelayan setempat yang mengetahui karakter arus di kawasan Tambaklorok dan muara BKT.
Kronologi Singkat dan Kondisi Keluarga
Insiden bermula ketika lima pemancing terlempar ke laut pada Selasa (19/8/2025) saat memancing di area dam merah Pelabuhan Tanjung Emas. Dua di antaranya, Bagong (Febrianto) dan Bagus, lebih dulu ditemukan dalam kondisi meninggal. Tiga lainnya—Kiswanto, Pujo Margono, dan Sumono—dinyatakan hilang hingga kemudian dua jenazah ditemukan pada Rabu sore.
Sumber: tribunjateng.com